Papa mama dan pernikahanku

Yak nggak terasa sudah 3 tahun kita berumah tangga. Waktu rasanya cepat sekali berlalu hihi. Rasanya baru kemarin semua nya terjadi😛.

Masih terbayang-bayang pagi ini, 3 tahun yang lalu dag dig dug akan melakukan akad nikah jam 7 pagi di Masjid dekat rumah. Masih merasakan seperti mimpi, wow 2 jam lagi aku akan jadi nyonya andriyanto, Aku akan punya suami lho. Campur baur rasa nya perasaanku saat itu. Bahagia namun juga sedih. Yah 2 jam lagi aku bukan jadi tanggungan papa mama, aq akan ada suami yang harus kuhormati dulu. Bukan lagi papa mama tempatku bermanja, akan ada seorang pria yang akan menemani sepanjang hidupku. 

Saat mau akad, yang kupikir aq tegarrr.. ternyata meneteskan air mata juga dengar suara papa mengucapakan kalimat ijab untuk menikahkan aku dengan suamiku. Suara papa bergetar.. seperti tak kuasa menahan tangis melepaskan ku untuk suamiku. Mungkin papa teringat-ingat dengan hidupku selama 25 tahun bersama nya. Diasuh, dididik, kemudian dibesarkan dan sekarang diambil orang hi2. Yahh papa… putrimu ini nggak kemana-mana, akan terus ada disamping papa walau dimana-mana🙂.

Mama juga gitu, saat temu penganten kemudian melakukan sungkeman. Awalnya tidak menangis jadi menangis juga🙂. Mungkin mama teringat anaknya tersayang ini anak paling manja sedunia hi2. 25 tahun bersama kita tak pernah berpisah lama. Dan sekarang setelah menikah ada kemungkinan aku dibawa suami pergi jauh. Saat itu suami kerja di Balikpapan.

Setelah menikahpun ketika mengantar aku ke bandara, wajah papa mama juga bereskpresi sedih dan berkaca-kaca. Aku tahu pasti sulit melepas kepergianku yang setiap hari selalu ada di hadapan mereka.

Saat aku pergi ke Dakar, Senegal pun papa mama juga berkaca-kaca dan berusaha menyembunyikan kesedihannya berpisah denganku. Setelah waktu berlalu, aku dapat cerita dari tetangga dan keluarga yang mengantar kepergianku bahwa papa dan mama menangis setelah pesawat yang aku tumpangi tinggal landas. Mereka tidak menangis dihadapanku takut buat aku menangis juga mungkin.

Anyway busway.. kok jadi cerita sedih-sedih ya. Semua sudah berlalu. Papa mama sudah tidak meneteskan air mata lagi karena sudah dapat cucu, my little princess yang tomboy, buah hati kami tersayang Almira Latisha (tisha). Aku tahu pasti, tisha adalah mutiara di hati mereka. Mereka selalu tertawa melihat tingkah polahnya. Terima kasih Tuhan telah kau beri anugerah ini sehingga aku dapat membahagiakan orang tuaku.

Doaku untuk papa mama, moga mereka diberi umur panjang untuk melihat cucu nya tumbuh dan berkembang, diberi kesehatannn lahir dan bathin, dan kebahagiaan dunia dan akhirat. amin. Lindungi dan jaga mereka ya Allah. Mereka juga salah satu mutiaraku. amin🙂

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s