gigi tanggal & pergi ke dokter gigi pertama kali

cerita nya kemarin tanggal 2 januari, aq tisha dan abinya pergi ke salah satu bank. aq dan abinya sedang asik ngobrol dengan teller nya bank. sedangkan posisi kita berdiri. si tisha sedang sibuk mainan di belakang kita. tau-tau “jeledug” dia jatuh nyungsep dengan posisi gigi natap tong sampah besi di bank yang atas nya ada tempat putung rokoknya. copotlah salah satu gigi depannya huhuhu. darah mengucur terus. aq bersihkan dengan tisue dan kuajak ke kamar mandi untuk kumur.

kemudian aku ingat jika mulut memar karena pendarahan biasanya orang tuaku berikan es batu di masukkan kedalam kain ditempelkan ke mulut. sedangkan posisiku sekarang tidak dalam keadaan bisa mendapatkan es batu. akhirnya kulihat toko indo***** diseberang dan aku beli eskrim untuk kuberikan ke tisha. entah tindakanku benar atau tidak. lupa belum tanya ke dokter gigi. aku cuma kepikiran biar darahnya cepet mampet saja. *panik.

setelah abi nya selesai urusannya dengan bank. kami pun pergi mencari dokter gigi. dokter gigi pertama yang saya kunjungi pasang pesan tutup sampai 5jan. *semacam ikut liburan sekolah saja. akhirnya kita memutuskan ke rumah sakit ibu anak yang terdekat dengan posisi kami.

alhamdulilah kok pas ada dokter gigi praktek. daftarlah kami dan menunggu antrian. ternyata ke dokter gigi itu lama ya. satu pasien bisa hampir 30 menitan. *mungkin si pasien cabut gigi.

iseng iseng baca di web nya rumah sakit ibu anak ternyata dokter gigi banyak titel nya. aq browsing titel dokter gigi yang akan kami temui bertitel SpKGA kepanjangan dari spesialis kedokteran gigi anak. kamipun mengucap syukur lagi dokter gigi yang akan kami temui ahli berhubungan dengan anak.

karena sebelumnya kami belum bisa meyakinkan tisha pergi ke dokter gigi itu tidak menakutkan. *dalam benak kalo membayangkan bor menakutkan juga sih. kami sampai mendownload mainan dokter gigi di ipad hanya untuk memberi gambaran ke tisha apa yang biasa nya dilakukan oleh dokter gigi.

tiba giliran kita masuk. muka tisha tegang. aku pegang tangan nya dan kita masuk bersama. dokter nya perempuan dan ramah. tisha disuruh duduk di kursi periksa dan disuruh membuka mulut nya. hap dilihat kiri kanan dan selesai.

dokter bilang luka nya masih bengkak dan tidak bisa melihat apa masih ada sisa gigi yang tertinggal. disarankan untuk foto gigi agar bisa melihat kemungkinan ada gigi yang tertinggal. diberikan obat sirup nyeri dan diminum jika terjadi demam atau nyeri. juga salep yg dioleskan di gusi dan jika aq baca berbahan dasar dari aloevera.

karena hari ini dan besok sabtu minggu maka lab tempat foto gigi nya tutup. senin tanggal 5 jan kami berencana mau pergi ke lab. sebuah pengalaman lagi akan di dapat putriku.

diakhir kunjungan kami ke dokter gigi. ibu dokternya memberi stiker besar sekali. tisha senang karena mendapatkan stiker dengan gambar tokoh kesukaannya. dan dengan rasa senang bilang ke aq kalo minggu depan dia mau ke dokter gigi lagi.

#semua hal ada hikmahnya#

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s